Sunday, 11 March 2012

Jenis-Jenis UPS


Ada 4 Jenis UPS:
Standby (bisanya disebut Offline)
Line Interactive (bisanya disebut Online)
Double Conversion On-Line
Delta Conversion On-Line




UPS tipe Standby

Tipe ini biasa digunakan oleh para pengguna rumahan untuk disandingkan dengan PC mereka. UPS dengan tipe seperti ini mampu melakukan filtrasi terhadap gangguan daya dan pengelolaan arus, selain itu rancangannya efisien, ukurannya kecil serta murah. 

fitur - fitur : 

- UPS (inverter) bekerja apabila terjadi fluktuasi tegangan input dan pemadaman listrik.
- Tidak ada AVR (Automatic Voltage Regulator).
- Range input rendah.
- Adanya transfer time ( 2 ms ).
- Tegangan output mengikuti tegangan input.
- Bentuk gelombang output STEPWAVE (simulasi gelombang sinus ).
Keunggulan: biaya rendah; efisiensi tinggi; desain kompak.
Kekurangan: baterai tetap terpakai saat listrik padam; tidak cocok untuk pemakaian di atas 2kVA.
Keterangan: paling cocok untuk pengguna personal.

UPS tipe Line Interactive

UPS tipe ini adalah yang paling sering digunakan pada unit small business, pengembang web, dan sejumlah server yang berada di departemen pemerintahan. Sebab, selain memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi, tipe ini juga memiliki kemampuan menyesuaikan voltase yang cukup baik.
UPS ini memiliki Inverter yang selalu terhubung ke output sistem UPS untuk mengubah daya dari batere ke AC. Dalam keadaan normal, Inverter akan melakukan pengisian batere. Sedangkan dalam keadaan listrik padam, Transfer Switch akan menutup dan mengalirkan daya dari batere ke output UPS.
Posisi Inverter yang selalu terhubung ke output memberi tambahan penyaring daya. Hal inilah yang membuat UPS dengan tipe ini banyak digunakan untuk server dan kondisi listrik yang tidak terlalu baik.

Fitur fitur :

- UPS (inverter) bekerja pada saat tegangan input telah diluar range UPS dan pada saat adanya pemadaman listrik.
- AVR (Automatic Voltage Regulator).
- Range tegangan yang lebar.
- Ada transfer time yang sangat cepat.
- Tegangan output yang dihasilkan lebih stabil.
- Bentuk gelombang output STEPWAVE ( Simulasi gelombang sinus).
- Proteksi input dan output yang lebih baik. (Uninterruptible Power Suplly)
- ON-LINE UPS (Uninterruptible Power Suplly)
- UPS (Inverter) bekerja selama UPS dioperasikan
- Tegangan output yang lebih stabil (220 Vac).
- Tidak ada transfer time ( 0 ms).
- Bentuk gelombang output SINUSOIDA MURNI (Pure Sinewave).
- Adanya jalur BY-PASS
- Proteksi input dan output yang lebih baik.
- Digunakan untuk beban-beban yang sangat sensitif.
Keunggulan: biaya rendah; efisiensi tinggi; desain kompak.
Kekurangan: baterai tetap terpakai saat listrik padam; tidak cocok untuk pemakaian di atas 2kVA.
Keterangan: paling cocok untuk pengguna personal.

UPS tipe Double Conversion On-Line

      Tipe ini merupakan yang paling lazim untuk UPS dengan daya lebih dari 10kVA. Tipe ini memiliki kesamaan dengan tipe Standby. Hanya saja tipe ini memiliki sumber tenaga utama yang terletak pada Inverter, bukan pada sumber listrik AC. Pada tipe ini, terputusnya pasokan listrik utama tidak akan memicu sakelar transfer karena arus listrik AC yang masuk pada bagian input tengah melakukan pengisian pada batere yang memberikan tenaga pada Inverter yang terletak pada bagian output.Oleh karena itu, ketika arus listrik AC terputus, arus tenaga akan segera dialihkan tanpa mengambil jeda saat pengalihan terjadi. UPS tipe ini memperlihatkan kinerja di atas rata-rata. Dapat dikatakan tipe ini mendekati gambaran ideal dari sebuah UPS, sayangnya tipe ini menghasilkan panas yang cukup tinggi.

Keunggulan: penyesuaian voltase yang sangat baik; mudah untuk disambungkan secara paralel.
Kekurangan: efisiensi rendah; harganya mahal untuk tipe dengan daya di bawah 5kVA.
Keterangan: mendekati gambaran ideal UPS, tapi menghasilkan panas yang cukup tinggi.

UPS tipe Delta Conversion On-Line

      Hampir sama dengan tipe Double Conversion, tipe Delta menggunakan Inverter untuk selalu memasok voltase.Saat pasokan tenaga terputus, tipe ini melakukan hal yang sama dengan tipe Double Conversion.

Delta Conversion memiliki dua fungsi :

- mengendalikan karakteristik power input
- mengendalikan arus pada input untuk mengarahkan proses pengisian pada sistem batere.
Keunggulan: penyesuaian voltase yang sangat baik; efisiensi tinggi.
Kekurangan: tidak cocok untuk penggunaan di bawah 5kVA.
Keterangan: efisiensi tinggi memperpanjang daur hidup perangkat saat digunakan pada sistem yang besar.

update : source Vrzone

Ferrous-Resonant UPS (termasuk Sub Standby desain )

Meskipun sangat mirip dengan Standby, UPS Ferrous-Resonant menggunakan transformator Ferro-resonan untuk menyaring output.Transformator ini ternyatadari Stanby menjadi tipe "online" unit dan pengaturan tegangan terbatas dan membentuk gelombang. Kelemahan ini sangat berat dibandingkan dengan jenis lain sistem dan sangat panas karena bawaan transformer Ferro-resonan. banyak kelemahan lain yaitu distorsi dan miskin AC.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment